| The Virgin and Child with a Flower on a Grassy Bank (sekitar 1503) - Agnews, London |
SEBUAH karya grafis yang semula tak dikenali karya Albrecht Dürer resmi telah dikoleksi Galeri Agnews di London. Karya tersebut, lima tahun lalu, dibeli oleh seorang yang takmau disebutkan namanya hanya dengan $30 atau sekira Rp. 400 ribuan di sebuah rumah yang melakukan obral di AS. Manakala dibeli oleh Galeri Agnews harganya mencapai $50 juta atau sekira Rp. 712.260.000.000!
Clifford Schorer, dari Agnews, dan orang yang menemukan karya tersebut, meyakini
nilainya “mencapai rekor harga tertinggi” bagi karya Old Master dengan media di
atas kertas. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Raphael, Head of a Muse (1510-11), yang terjual seharga $48 juta di
Christie's London pada 2009. Namun Agnews sejauh ini belum menetapkan harga
pasti, galeri yang berkedudukan di London itu masih sedang menjajaki peminatnya.
Demikian seperti dilaporkan Martin Bailey untuk Koran Seni (The Art Newspaper), Jumat, 19 November
2021.
Karya berjudul “Sang
Perawan dan Anak” (The Virgin and Child
with a Flower on a Grassy Bank) dibuat oleh senimannya sekira tahun 1503.
Didapat informasi pernah menjadi koleksi arsitek Jean-Paul Carlhian, yang
tinggal di Concord, di luar Boston. Jean-Paul Carlhian meninggal pada 2012 dan
jandanya Elizabeth meninggal tiga tahun kemudian. Dalam penjualan rumah tahun
2016, karya tersebut dijual dengan label harga $30.
Karya tersebut tergolong
monogram “AD” yang sangat menonjol (sangat terkenal dalam sejarah seni), namun putri-putri
Carlhian tidak tahu jika itu karya asli. Salaseorang diantaranya berkata dengan
canda kepada pembelinya, “oh, jadi Anda menginginkan Dürer.”
Keluarga Carlhian
menduga itu adalah reproduksi abad ke-20, yang padahal cetakan aslinya sangat diburu
kolektor, sering mencapai harga puluhan ribu dolar.
Karya Dürer tersebut tampaknya telah diakuisisi oleh perusahaan Maison
Carlhian pada tahun 1919, diduga karya asli, dan kemudian diwariskan ke
keluarga. Yang mengherankan bahwa Jean-Paul dan putri-putrinya tidak menganggap
bahwa karya itu asli.
Leluhur Jean-Paul adalah keluarga yang menjalankan usaha furnitur antik
dan galeri seni dekoratif Maison Carlhian di Paris, kerap bekerja sama dengan dealer yang sangat sukses, Joseph
Duveen. Jean-Paul belajar di Ecole des
Beaux Arts di Paris, merupakan orang yang berbudaya dengan perpustakaan
pribadi yang besar. Sebagai seorang arsitek, ia bekerja di beberapa bangunan
museum, termasuk dua untuk Institusi Smithsonian. Dengan latar belakang seperti
itu, rasanya luar biasa mengherankan bahwa Jean-Paul ternyata gagal menyadari
apa yang terkandung di dalam bingkai antik yang bagus itu.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar