Lukisan yang menggambarkan seorang penari yang telah berbusana nyaris lengkap
untuk menari ini, menunjukan seorang penari yang "pergi untuk melaksanakan
tugasnya menari."
"Miang" (1999), merupakan bagian dari serial lukisan
"Pohaci" yang pernah dikerjakan oleh Herry Dim selama hampir enam
tahun pada tahun 1990an dan menghasilkan sekira 30 - 60 karya yang semuannya
memperlihatkan sosok Pohaci.
Tokoh Pohaci sebelumnya tidak pernah ditampilkan secara visual atau dalam
bentuk gambar, kecuali di dalam uraian tekstual sejumlah cerita pantun.
Berdasarkan cerita-cerita pantun serta sejumlah legenda lainnya itu pula Herry
Dim kemudian melakukan penelahaan serta penafsiran sehingga kemudian muncul
gambaran "Pohaci" berdasarkan imajinasinya sendiri.
Pohaci adalah dewi atau sosok perempuan yang disucikan di dalam kebudayaan
Sunda. Terkadang mengesankan sebagai ibu bumi (mother earth), dewi
kesuburan, dewi yang menjaga dan mengasuh kehidupan, dan sering pula
dipersamakan dengan dewi padi (Dewi Sri).
Rabu, 27 Oktober 2021
Miang
KARYA ini berjudul "Miang" (bahasa Sunda, redblog) yang tidak
tepat benar jika diterjemahkan "pergi" di dalam bahasa Indonesia atau
"goes" di dalam bahasa Inggis. Sebab di dalam kata "pergi"
atau "go" belum jelas arah tujuannya, sementara di dalam kata
"miang" mengandung arti biasanya pergi untuk mencari kehidupan, usaha
untuk hidup, melaksanakan tugas/pekerjaan, atau pergi untuk menemukan hal baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Sebuah pertunjukan berdasar lakon "Syekh Siti Jenar: Babad Geger Pengging" karya Saini KM Sutradara: Fathul A. Husein Merupakan ...
-
MOMEN penyematan gelar Ksatria Seni oleh Dubes Prancis kepada Nyoman Nuarta, Rabu (3/11) di NuArt Sculpture Park Bandung. [FOTO tangkapan da...
-
Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, ditutup saat pemberlakuan PSBB. (Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/PR) ...
-
: dalam forum “Urun Rembuk – Berpikir dan Bertindak yang Berkelanjutan” Pengantar DI TENGAH upaya menulis “Gerbang Awan Rimbang-...
-
Catatan (Revisi): Herry Dim ADA beberapa pertanyaan yang, mau takmau, teralamatkan kepada gubernur provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, sehubu...
-
DEWAN JURI Anugerah Budaya Kota Bandung 2021 (dari kiri ke kanan) Dr. Tisna Sanjaya, Dr. Tedi Permadi, Prof. Dr. Arthur Supardan Nalan, Dr. ...
-
The Virgin and Child with a Flower on a Grassy Bank (sekitar 1503) - Agnews, London SEBUAH karya grafis yang semula tak dikenali karya A...
-
waktu tara ngabohong sakedap deui kami baris mulang ka alam kubur mun ayeuna meredih tilas palaguna sangkan ngajadi taman asri paniisan éstu...
-
SENIMAN Bandung, Rahmat Jabaril, dalam Annual Jeprut #1 bersama rombongan berkuda ke DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan 'buku t...
-
Pengantar LUAR BIASA, sungguh menakjubkan. Itu niscaya menjadi kesan umum setiap orang setelah membaca tulisannya Iulia Cabacenco ini. Pe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar